Gempa di Jogja Tak Merusak
Jakarta - Gempa di kawasan Yogyakarta sebesar 6,8 SR tidak menimbulkan kerusakan. Meski gempa dirasakan hingga Bali namun pusat gempa (episentrum) yang jauh dari pemukiman tidak menimbulkan dampak apa pun.
"Gempa yang jauh dari sumbernya belum tentu menimbulkan bencana," ujar Kepala Balai Besar II BMKG Suhardjono kepada detikcom, Selasa (8/9/2009).
Suhardjono menuturkan, gempa yang terjadi Senin (7/9/2009) pukul 23.12 WIB itu berpusat di 263 kilometer tenggara Wonosari. Pusat gempa sangat jauh dari Wonosari dan daerah Yogyakarta lainnya. "Jaraknya jauh, getarannya sudah teredam. Jadi sudah mulai habis getarannya," imbuh dia.
Suhardjono memaparkan, skala goncangan gempa yakni skala I tidak dirasakan masyarakat, skala II ada beberapa yang merasakan, skala III sudah mulai dirasakan, skala IV dirasakan masyarakat banyak, skala V orang panik. "Jika sudah sampai skala VIII-IX bangunan ada yang roboh," jelasnya.
Skala goncangan di suatu tempat, lanjut Suhardjono, sangat tergantung dari sumber gempa, kedalaman sumber gempa, lapisan tanah yang ada di daerah-daerah yang mengalami goncangan, dan banyak sedikitnya infrastruktur dan penduduk yang berada di sekitar itu.
"6,8 SR hanya menimbulkan III, IV, V modified mercalli intensity (MMI)," ujarnya.
Suhardjono menambahkan, gempa di Wonosari, Yogyakarta merupakan tumbukan antara Indo-Australia dengan Euro-Asia. Gempa juga berhubungan dengan gempa yang terjadi di Tasikmalaya dan sekitarnya. "Karena untuk keseimbangannya dilepaskan juga energinya," tutupnya.
Sumber : detiknews.com













Aku suka
sangat menarik, terima kasih
Re :
terima kasih telah berkunjung :)