Cs Online!

CARA PEMBAYARAN TRANSFER KE :

BANK BCA
KCP Pasar Minggu
Norek. 547-030-9964
a.n. HANDAL KARYA,CV

BANK DANAMON
KCP DEPOK
Norek. 0088-00011-069
a.n. KLIKHOMES REALTY INDONESIA, PT

Site Counter

subscribe

Name:  

Email:  

Teknologi Konservasi Sumur Resapan. Part.2

Bahan utama yang diperlukan untuk membuat sumur resapan adalah :

  1. Seng/Plastik.
  2. Paralon.
  3. Beton/Bata.

Seng/Plastik digunakan untuk menampung air hujan yang berasal dari genting, selanjutnya air tersebut dialirkan melalui paralon menuju ke sumur resapan. Paralon digunakan untuk mengalirkan air hujan dari talang ke sumur resapan. Beton (bis beton) atau dari batu bata digunakan sebagai dinding sumur resapan.

Gambar 4. Bahan Bis Beton Yang Digunakan Untuk Sumur Resapan
Dengan Sistem Dinding Tidak Porus dan Porus

III. METODOLOGI

Untuk mengaplikasikan teknik pembuatan sumur resapan maka diperlukan tahap sebagai berikut:

  1. Melakukan analisis curah hujan. Analisa terhadap curah hujan dimaksudkan untuk menghitung intensitas curah hujan maksimum pada perioda ulang tertentu. Dengan mengetahui intensitas curah hujan maksimum maka kapasitas sumur resapan akan dapat dihitung.

  2. Menghitung luas tangkapan hujan. Bersama-sama dengan intensitas curah hujan maksimum dengan periode ulang tertentu akan dapat dihitung besarnya debit aliran.

  3. Menganalisis lapisan tanah/batuan. Lapisan tanah terdiri dari berbagai macam lapisan mulai dari tanah belempung, pasir berlempung dan gravel atau kombinasi dari lapisan tersebut. Sumur resapan akan sangat efisien jika dibuat sampai pada daerah dengan lapisan batuan yang terdiri dari pasir atau gravel.

  4. Pemasangan sumur. Sumur resapan dapat dibangun dengan menggunakan bis beton dengan lapisan porus atau susunan batu bata yang disusun secara teratur.

Untuk membangun sumur resapan agar dapat memberikan kontribusi yang optimum diperlukan metoda perhitungan sebagai berikut (Sunjoto,1992) :

  1. Menghitung debit masuk sebagai fungsi karakteristik luas atap bangunan dengan formula rasional (Q=CIA, Q=debit masuk, C=koefisien aliran (jenis atap rumah), I=intensitas hujan, A=luas atap)
  2. Menghitung kedalaman sumur optimum diformulakan sebagai berikut:

 

H = Q/FK
[1-exp(-(FKT/pR2)]

H = Kedalaman air (m)
Q = Debit masuk (m3/dt)
F = Faktor geometrik (m)
K = Permeabilitas tanah (m/dt)
R = Radius sumur.
T = Durasi aliran (dt).

 

  • Evaluasi jenis fungsi dan pola letak sumur pada jarak saling pengaruh guna menentukan kedalaman terkoreksi dengan menggunakan multi well system.

Sebagai gambaran bagi kita jika akan membangun suatu sumur resapan akan tetapi tidak ingin direpotkan oleh perhitungan yang cukuo merepotkan maka Tabel 1 dapat digunakan sebagai bahan acuan.

Tabel 1. Volume Sumur Resapan Pada Kondisi Tanah Permeabilitas Rendah
(SK Gub No.17 Th 1992)

No.

Luas
Kavling (M2)

Volume Resapan Ada Saluran Drainase Sebagai Pelimpahan=V1 (M3)

Volume Sumur Resapan Tanpa Ada Saluran Drainase Sebagai Pelimpahan=V2 (M3)

1

50

1,3-2,1

2,1-4

2

100

2,6-4,1

4,1-7,9

3

150

3,9-6,2

6,2-11,9

4

200

5,2-8,2

8,2-15,8

5

300

7,8-12,3

12,3-23,4

6

400

10,4-16,4

16,4-31,6

7

500

13-20,5

20,5-39,6

8

600

15,6-24,6

24,6-47,4

9

700

18,2-28,7

28,7-55,3

10

800

20,8-32,8

32,8-63,2

11

900

23,4-36,8

36,8-71,1

12

1000

26-41

41-79

IV. PERALATAN

Alat yang digunakan untuk membuat sumur resapan adalah :

  1. Peralatan pertukangan seperti tukang batu dan tukang kayu.
  2. Alat ukur ( meteran)
  3. Kayu/bambu


V. PEMBUATAN SUMUR RESAPAN

Tahap-tahap pembuatan sumur resapan adalah :

  1. Persiapan awal berupa penyiapan lahan dan bahan.

  2. Penggalian baik untuk sumur itu sendiri maupun jaringan yang baerasal dari atap rumah.

  3. Pemasangan meliputi pemasangan bis beton atau batu bata dan pemasangan jaringan dari rumah ke rumah.

Pemasangan sumur resapan dapat dilakukan dengan model tunggal dan komunal. Maksud sumur resapan model tunggal adalah satu sumur resapan digunakan untuk satu rumah, sedangkan yang komunal satu sumur resapan digunakan secara bersama-sama untuk lebih dari satu rumah.

Letak sumur resapan untuk yang model tunggal biasanya di halaman rumah sedang yang model komunal dapat dipasang di bahu jalan.

 

Gambar 5a. Memanfaatkan Bahu Jalan Untuk Sumur Resapan (Tampak Depan)

Gambar 5b. Memanfaatkan Bahu Jalan Untuk Sumur Resapan (Tampak Atas)

Gambar 6. Potongan Tegak Pemasangan Sumur Resapan

Gambar 7. Pemanfaatan Halaman Untuk Sumur Resapan


Artikel ini di kutip dari : www.kelair.bppt.go.id

 

INFORMASI SELENGKAPNYA HUBUNGI :

Nusa Idaman Said, Haryoto Indriatmoko, Nugro Raharjo, Arie Herlambang

Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair
Direktorat Teknologi Lingkungan
Kedeputian Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat
Telp. 3169769, 3169770
Fax. 3169760

sy tertarik ingin membuat apa


sy tertarik ingin membuat apa sy bs dikirim apa saja yang perlu saya siapkan. alamat saya ifan setiawan Jl. mandor basyr II/92 rt04/rw08 kukusan depok. hp.08111997474, 021 36970445.tks

bsa mta tlg RAB nya secara


bsa mta tlg RAB nya secara detail pak?

bagus pak,,semoga sukses


bagus pak,,semoga sukses

Post new comment
The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Type the characters you see in this picture. (verify using audio)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated. Not case sensitive.

Member Of


 

Testimonial